Friday, January 12, 2007
Campur buah
Orang sering bilangnya ini salad buah.
Ingredients:
Buah delima 1
Anggur 1 lb
Apel 2 buah
Pear 2 buah
Kiwi 4 buah
Strawberry 10 buah
Peach 4 buah
Mangga 2 buah
Jeruk mandarin kalengan satu kaleng.
Fruit punch segelas kecil.
Gula pasir
(buahbuahannay bisa diganti sesuai selera)
Directions:
Potong kecil-kecil sebesar dadu kecuali anggur dan delima tidak usah.
Campurkan.
Tuang fruit punch.
Masukkan gula pasir.
Siap dihidangkan.
Kalau suka dingin masukan ke refrigerator (kulkas) dulu, kalau tak ada waktu masukan es batu.
Maafkan aku, engkaupun bahagia
Kangen sama Teh Ema Kaysi. Kemana sajakah beliau? Masihkah di Bandung? Teh Ema, tanpa seizin teteh, keukeu muat lagi tulisan Teteh. Semoga jadi pengingat kita semua.
From: E K
Assalamu'alaykum wr.wb.
Suatu ketika Rasulullah SAW duduk diantara para
sahabatnya, tiba-tiba ia tersenyum sehingga nampak
gigi serinya. Umar ra bertanya, “Apakah yang
menyebabkan engkau tertawa ya Rasullah?”
Jawab Nabi SAW, “Ada dua orang berlutut di hadapan
Tuhan rabbul izzati, lalu yang satu berkata, “Aku
menuntut hakku yang dianiaya oleh kawanku itu.” Maka
Allah menyuruh orang yang menganiaya,”Kembalikan
haknya!” Orang itu menjawab:”Tiada tersisa dari
kebaikanku sesuatupun.” Maka berkatalah orang yang
menuntut itu, “Suruhlah ia menanggung dosaku.”
Tiba-tiba Rasulullah saw mencucurkan airmatanya
menangis sambil bersabda : Sesungguhnya hari itu
sangat mengerikan, hari dimana setiap orang ingin agar
orang lain dapat menanggung dosanya. Lalu Allah Ta’ala
berfirman kepada yang menuntut : Lihatlah ke atas
kepalamu, perhatikanlah surga-surga itu. Maka ia
mengangkat matanya lalu berkata,”Ya Tuhanku, aku
melihat gedung-gedung dari emas bertaburan mutiara.
Untuk siapakah itu? Untuk Nabi yang manakah? Atau
shiddiq yang manakah? Atau syahid yang manakah?”
Jawab Allah : “Itu untuk siapa saja yang dapat
membayar harganya.”
Ia bertanya :”Siapakah yang dapat membayar harganya?”
Allah menjawab :”Engkau mempunyai harganya.”
Ia bertanya,”Apakah itu ya Rabb?”
“Memaafkan kawanmu itu.” Jawab Allah.
Langsung orang itu berkata, “Aku maafkan dia.”
Maka Allah berfirman, “Peganglah tangan kawanmu itu
dan masuklah kalian berdua ke dalam surga.”
Kemudian Nabi saw membacakan firman Allah : Fattaqu
Allah wa ashlihu dzata bainikum (Maka bertaqwalah
kepada Allah dan perbaikilah urusan diantaramu), sebab
Allah memperbaiki (mendamaikan) antara kaum mukminin
di hari kiamat."
====
Ada yang menusuk kalbu saya membaca hadits ini.
Sudahkah saya memaafkan saudara-saudaraku kaum
mukminin? Ternyata harga surga yang begitu mulia juga
ada pada kata maaf.
Ingin saya katakan kepada putera-puteri kami.
Sudahlah, nak. Berhentilah berbantahan. Agenda kita
bukan hanya tarik-menarik boneka ataupun berebut
ember untuk membangun istana pasir. Kita memiliki
cita-cita yang lebih tinggi dari itu.
Tentu saja akhawati (saudariku), persoalan kita bukan
sekedar boneka dan ember, namun maukah kita sama-sama
bergandengan tangan masuk ke dalam surga-Nya? Maka,
maafkanlah dia, engkaupun bahagia. Insya Allah.