Saturday, September 10, 2005

Disuntik....


Waktu kecil kalau ke dokter saya suka nawar ama dokternya....


"Jangan kasih saya kapsul ya dokter obatnya...disuntik aja dech!!! " Itu rengekan maut saya.


Nggak pernah ada rasa takut atawa stress kalau mau disuntik...udah langsung pasrah aja....


Tapi......ketika  alergi menjadi bagian kisah hidupku ternyata akhirnya saya mengerti kenapa ada sebagian orang yang sampai ngacir....atau jerit  kalau disuntik.


Mau tahu apa yang saya rasakan disuntik di Amrik. Sakiiiittttt !!!! Sering saya meringi...atau tak segan buka mulut dan bilang "Awwwwwwwwwww"


Saya selalu bilang...." Sakitttttttt"


Susternya selalu meberikan jawaban,"pembuluh kamu kecil...cairannya kental jadi memang sedikit sakit."


Saya suka kadang arogan sama bangsa sendiri jadi saya bilang," Saya nggak pernah ngerasa sakit kalau disuntik di negara saya."


Memang kalau diperhatikan disuntik di Amrik...dari cara pegang suster ama jarum suntiknya udah bikin tegang... .kayak mau main lempar anak panah...belum nusukinnya tegak lurus satu tangan...(lihat dech clip artnya dari MSWORD)


Saya tak pernah bosan mengeluh setiap disuntik..saya bilang sakitttttt abis beneran sakit...sampai pernah air mata keluar tak sengaja karena nahan sakit.


Akhirnya setelah berabad-abad (maskudnya hampir mau dua tahun) disuntik, susternya penasaran kali kenapa saya selalu bilang sakit dan memang hasil suntikannya selalu bengkak kayak bentol gede..kadang kayak memar pula.


Walhasil bulan lalu dia bilang ..kayaknya jarum suntiknya terlalu besar...sementara kamu khan kecil pembuluh darahnya...akhirnya dia menemukan yang kecil dan memang hasilnya agak beda.. eh pas giliran 2 hari lalu ...dia bilang lagi menemukan the smallest needle-nya katanya alhamdulillah.....memang hasilnya beda lagi lebih nikmat lah kalau dibanding yang dulu-dulu....sakit mah ada dikit (kalau kata saya keukeuh cara nyuntiknya beda ama suster Indonesia atau negara lainnya).


Saya tuch nggak punya temen yang suster di Indonesia..pengen rasanya nanya metode apa sich cara nyuntik di Indonesia...kudunya tuch diajarin tuch sebagai variasi di Amrik..jangan yang tegak lurus begitu..serem lihatnya...takut patah duluan..


Pengen rasanya saya ambil sekolah lagi Nursing terus bilang gini nich cara nyuntik yang Amboiiiii and no pain....tapi weleh baru ambil kelas arabic aja udah gempor.


 

Alergi ...oh alergi...


Sejak di Indonesia hidung dan tenggorokan saya memang bermasalah. Tapi nggak pernah terpikir saya punya alergi....satu-satunya alergi ya alergi kantong kering...(alias bokek).


Sejak saya tinggal di negaranya Mang Sam (Bahasa Sunda Paman=Mang) entah kenapa batuk jadi rutin...sampai akhirnya dokter menyarankan ke spesialis alergi buat di test. Tadinya sich nggak mau abis orang sini koq mudah banget bilang alergi...dikit-dikit alergi....alergi tomat lah...peanut butter lah nyium lilinlah...buanyak banget keluhan teman-teman yang saya temui....


Akhirnya setelah dikasih 72 tusukan ... di punggung dan tangan bagian atas diketahuilah saya punya alergi terhadap jenis: Dust mites, mold, ragweed ama pollen. Mo lihat mahluk-mahluk ini?Ni dia... http://healthandenergy.com/dust_mites.htm ( tuch saya pajangin juga gambarnya)


Pas pulang ke Indonesia ...di test lagi ...nggak ada alergi sama sekali ....heran juga padahal udara jakarta lebih polusi dari tempat tinggal saya sekarang.....rupanya badan saya lebih ramah terhadap polusi daripada alam yang masih natural.


Solusi spesialis alergi buat saya ya....saya disuntik  tiap minggu gantian tangan kiri dan kanan ...lumayan sakit lho...tapi ya tabah dech demi penyembuhan....


Akhirnya saya dan suami pun mulai bongkar-bongkar primbon penyembuhan alternatif....eh ketemu juga katanya pakai local honey.....


Kalau tanya ama dokternya sich bilangnya belum ada bukti medis...tapi ah apa salahnya dicoba....nggak usah bilang-bilang dokter khan kalau nyoba.....jadi saya minum madu dan suntik dua-duanya dijalankan...sudah 2 tahun disuntiknya ...begitu pula minum madu...memang kambuhan alerginya jarang sich dibanding dulu...tapi entah karena suntik entah karena madu yang pasti sich bantuan Allah swt juga la yaw....


Mo baca tentang madu dan alergi ...lihat ke sini dech http://www.pioneerthinking.com/to_honey.html


Semoga tidak ada yang seperti saya ya....sedih kalau alergi kambuh ..teman sekampung ..eh sekamar kasihan bisa terganggu bunyi batuknya.

Wednesday, September 7, 2005

Menyambut pangeran kedua... akhirnya

Siapa yang tidak merasa disambar petir kalau belahan jiwa divonis kanker stadium 3. Kanker usus besar pula! Vonis yang cukup mengagetkan bagi Mbak Rumi. Tak disangka kalau penyakit yang dikira wasir pada suaminya lebih buruk dari yang dikira. Saran dokter operasi pengangkatan dan pemotongan usus  pun dipertimbangkan. Keinginan kuat suami untuk operasi mudah-mudahan usaha penyembuhan yang tepat harap Mbak Rumi. Operasi berjalan lancar, usus yang dipotong dapat tersambung. Alhamdulillah....sang suami kembali normal....sampai setahun kemudian...dia kesulitam buang air dari hari ke hari dan vonis berikutnya kankernya tumbuh lagi dan harus dioperasi lagi. Sang suami sedikit gundah...sampai akhirnya meninggal sebelum operasi kedua berjalan.


Allah memang Maha Berkehendak....pernikahan mereka di usia muda yang telah dijalani 12 tahun dan membuahkan 4 orang anak, 3 putri dan 1 putra harus ditinggal satu anggotanya, sang suami. Si sulung Nabila 11 tahun, kedua Hana 9 tahun ketiga Safa 7 tahun keempat Umar 4 tahun.Nabila yang paling sedih berat kerna cukup lama mengenal ayahnya dan yangpaling dekat dengan ayahnya. Hana sedih tapi dia nampaknya ingin mencoba tegar demi Mbak Rumi.Safa apalagi Umar..masih terlihat biasa saja.


4 bulan kematian suami Mbak Rumi berlalu. Mbak Rumi berusaha mandiri menghidupi keluarga. Berat terasa...karena sebelumnya sang suamilah sumber nafkah, Mbak Rumi ibu rumah tangga tetapi aktif mengisi pengajian. Bisnis busana muslim dicoba dijalani. Kedua orang tua Mbak Rumi pun tinggal bersamanya membantu keluarga dan bisnisnya, entah sampai kapan. Kakak adik mbak Rumi dan keluarga senantiasa mengunjungi seperti sediakala sebelum menjanda.


Mbak Rumi tampak kurus dan letih di wajahnya. Tak terasa air mata meleleh saat berdo'a sehabis shalat Maghrib. Si kecil tiba-tiba duduk di dipangkuan dan berujar," Ibu....sekarang ayah ade, Pak Usman ya."


Air mata Mbak Rumi makin deras. Umar menatap ibunya tak mengerti.


Tiba-tiba Ibu Mbak Rumi pun masuk dan menyapa, " Kamu nggak apa-apa khan Mi?"


"Jangan dimasukin hati kata-kata Umar, namanya anak kecil." Tambah Ibu Mbak Rumi.


"Tapi Bu, menyentuh sekali. Dia memang tidak lama mengenal ayahnya. Pak Usman, supir Ibu-lah yang akhirnya menemani sepulang sekolah kalau aku tak ada." Sela mbak Rumi


"Mungkin kamu memang harus mencoba memikirkannya untuk pendamping baru." Ibu mencoba menasihati.


"Sulit Bu...Mana ada yang mau sama janda beranak 4." Kata Mbak Rumi lirih.


"Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Memiliki Segalanya. Mintalah sama-Nya. Kamu khan tahu itu." seru Ibu.


Tiba-tiba Nabila masuk kamar dengan berkacak pinggang,"Kakak dengar pembicaraan Ibu dan Nenek. Kalau Ibu mau cari ayah baru....langkahi dulu mayat Kakak! Kakak tak perlu ayah baru!" Lantang Nabila.


Ibu mbak Rumi merangkul Nabila seraya berujar,"Kakak.....Ibumu tidak mencari ayah baru."


Nabila masih marah,"Tadi Kakak dengar koq." Nabila pun lari ke kamarnya dan menangis.


Mbak Rumi cemas...tak menyangka Nabila sesensitif itu. Mbak Rumi mencoba berbicara dengan Nabila.


"Kakak....." Mbak Rumi mencoba memanggil Nabila.


"Ibu tahu kakak sedih ditinggal ayah. Ibu juga sedih. Tapi kita khan tidak boleh bersedih terus. Ayah tak suka khan kalau kita bersedih terus? Mari jangan bahas lagi tentang itu ya? Lebih baik kita banyak berdo'a buat Ayah. Do'a anak shalihah akan dikabulkan Allah."Mbak Rumi mencoba menenangkan Nabila.


Keesokan hari adik mbak Rumi, Nu'man datang menjenguk dengan anak-anaknya.


"Mbak, ada pesan belasungkawa dari Ahmad, teman kuliahku yang dekat dengan Mas Arif. Aku bertemu tak sengaja pas Jum'atan di Al-Azhar. Rupanya dia tidak tahu Mas Arif meninggal karena dia baru saja pindah dari Kalimantan. Dia menjadi dosen di Jakarta sekarang." Adikku menyampaikan informasi.


"Ahmad? Aku nggak gitu dekat Man atau mungkin aku lupa ya?."Mbak Rumi menimpali.


********


"Assalamu'alaikum..." Nu'man mampir ke rumah Mbak Rumi sepulang ngantor.


"Mau minum apa Man?Tumben pulang kerja langsung mampir sendiri?" Tanya mbak Rumi.


"Iya mbak...tadi udah bilang anak-anak dan Safiyya koq. Ada amanah yang harus aku sampaikan.Penting!" Nu'man menjawab sambil minum air putih yang dihidangkan Mbak Rumi.


"Tadi siang aku makan siang dengan Ahmad sambil ngobrol-ngobrol. Rupanya dia masih single.Dia mengutarakan niat ingin melamar Mbak." Nu'man menambahkan.


Mbak Rumi tak menggubris kalimat terakhir Nu'man.


"Mbak....marah ya?."Tanya Nu'man.


"Ahmad serius mengutarakan niatnya.Aku kembalikan pada Mbak.Kalau mau minta pendapatku aku mendukung. Insha Allah dia orang yang shaleh seperti Mas Arif."


Mbak Rumi ..terdiam....


"Nabila tak ingin aku menikah lagi. Dia sedih ketika neneknya menasehatiku untuk menikah lagi."Jawab mbak Rumi.


"Kalau itu masalahnya, biar aku dan Safiyya bantu.Tinggal Mbak shalat istikharah dan fikirkan.Tak usah dijawab secepatnya. Ahmad bukan orang asing bagi kita, makanya aku mendukung. Dia bilang siap menafkahi dan bertanggung jawab atas mbak dan anak-anak."


Mbak Rumi...terdiam lagi.


"Ya sudah mbak..aku pamit dulu. Sampaikan salam buat Mama Papa kalau kembali dari undangan." Nu'man pun berpamitan.


Mbak Rumi mulai pusing.....


Hatinya bertanya-tanya apakah harus menikah lagi? Apakah aku siap? Apakah ..apakah dan apakah....seribu pertanyaan memenuhi kepalanya.


bersambung.................................


 


 


 


 

Saturday, September 3, 2005

Pengen sekolah ke Luar Negeri dengan biaya minim?????


Banyak yang bermimpi untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri.


Kenapa tidak ya?


Melanjutkan sekolah adalah suatu hal yang baik, mengasah otak menimba ilmu.


Terkadang ada ganjalan untuk menyalurkan mimpi itu....dari mana biayanya????


Banyak jalan menuju roma....juga banyak jalan untuk menggapai impian itu.


Beasiswa! Fulbright, AUSAID, British Chevening Award, dll buanyak cara.


Tapi ada juga pendanaan lain......ya dari university-nya sendiri.


Kalau untuk undergradute....search aja universitynay di internet...hubungi bagian admission apakah ada fasilitas scholarship? Bagaimana bentuknya apakah cover semua tuition plus housing atau bagaimana?


Untuk Graduate ..ada namanya Graduate/Teaching/Reasearch Assistantship. Ini bentuknya kita bekerja untu jurusan kita misalnya ( bisa bantuin reserach professor, jadi asisten dosen, dll)  atau dept. lain kita dikasih stipend plus tuition dicover. Tapi ini juga perlu ditanya detail seberapa besar cover tuitionnya apakah semua...sebagian ?


GA atau TA atau RA ini yang banyak dikejar calon mahasiswa international. Setiap apply mereka selalu menekankan ..saya mau apply GA/TA.


Mulai sekarang silakan search university yang diimpikan di internet. Cari bagian admission, kontak mereka masalah requirement, deadline dan scholarship atau asistanship. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.....selain itu memang siapkan TOEFL atau GRE/GMAT(tergantung kebutuhan), transcript dan ijazah dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang dilegalisir bagian registrar, resume, essay, dan surat rekomendasi


Selamat melanjutkan sekolah...kalau ada pertanyaan boleh ngacung! Mumpung saya masih kerja di bagian penerimaan mahasiswa internasional.


 


 

Mimpi dan bahasa


Waktu itu aku bangun tiba-tiba seperti terperanjat sambil goyang-goyang suami  supaya bangun juga.


"Yaaang, mimpinya pakai bahasa Inggris!" kataku


Suami yang masih ngantuk malah bertanya," Siapa yang pakai bahasa Inggris?Memangnya kenapa?"


Aku sadar .....ooooh rupanya masih ada ceritaku yang belum kusampaikan padanya.


"Kata Pak Safwan alm, tanda orang mengusai suatu bahasa kalau mimpinya pakai bahasa itu."


Suamiku bangun sambil bergumam," Keukeu....keukeu." Dia pun tersenyum kegelian.


"Dia pasti bercanda bilang gitu."Ujar suamiku


"Mungkin!" Jawabku


" Ya ...senang aja rupanya guyonannya khan terjadi padaku....di mimpi aja aku pakai bahasa Inggris...jadi aku harus makin pede kalau ngomong ama orang."


Hi...hi..hi.... aku tahu kalau itu cuma guyonan, tapi seneng aja kalau dalam mimpi aku berbicara dalam bahasa asing. Lagian itu cuma gaya jahilku supaya suami bangun pagi.


Aku pernah belajar bahasa asing lain tak serius ...tapi nggak pernah ada yang sampai terbawa mimpi.


Gimana ya kalau dalam mimpi kita pakai bahasa Rusia?


Ah gimana tahu itu bahasa Rusia?


Sekarang khan lagi belajar bahasa Arab.....semoga mimpiku kemudian hari berbahasa Arab ya...


      


 


 


 


 

Friday, September 2, 2005

Nasib...nasib jadi orang Indonesia......(kisah ramadhan lalu)


Di tempat tinggal saya sekarang , komunitas muslim berasal dari berbagai negara dan cukup berbaur. Mayoritas dari Timur Tengah yag dikirim oleh pemerintahnya untuk melanjutkan sekolah. Diantara keluarga dari Timur Tengah  itu ada beberapa yang membawa pembantu yang kebetulan berasal dari Indonesia. Sebagai sesama orang Indonesia, saya dan teman-teman yang lain terkadang menengok atau mengajak saudara kita yang bekerja di keluarga Timur Tengah itu untuk berkumpul. Siapa tahu kangen sama masakan Indonesia. Bahkan pernah juga majikannya ikut diundang.


 


 


Dalam setiap Ramadhan, orang-orang sering lebih  bersemangat melakukan amalan. Begitupundi lingkungan saya. Suatu malam di sepuluh hari terakhir, seorang sister Saudi mendekati saya, Keukeu ini zakat mal saya buat kamu. Saya tidak kaget mendengar itu karena sebelum shalat tarawih, beberapa sister (sebutan untuk sesama muslimah di US) Indonesia ada yang diberi uang oleh orang Saudi dan dibilangnya hadiah lebaran.Saya hanya tidak menyangka saja akan terjadi lagi di hari berikutnya.


 


 


Saya bilang sama sister Saudi, maaf bukannya saya tersinggung tapi saya bukan mustahiq, saya tak punya hak. Kata-kata itu meluncur saja lancar dari mulut tanpa berpikir apa iya saya bukan mustahiq?????   Yang terpikir  hanya alhamdulillah masih bias makan, minum, punya tempat berteduh dan sarana untuk bepergian…saya tak mau rakus Ya Allah. Saya mensyukuri semua nikmatMu ya Allah, sementara di tempat lain masih banyak yang susah untuk mendapat sesuap nasi. Saya katakana pula hal itu terhadap putrinya yang bahasa Inggrisnya lebih fasih dari ibunya. Alhamdulillah nampaknya cukup mengerti. Ketika itu terjadi di masjid, saya dan beberapa sister Indonesia di masjid hanya senyum geli saja. 


 


 


Pulang ke rumah, saya bercerita ke suami, eh ternyata ….hal yang sama terjadi pula terhadap suami, dan yang menawarkan juga suaminya sister Saudi itu. Dia bialng ke suami….” Kamu khan tidak punya pekerjaan sekarang  dan ditambah pertayaan apakah kamu punya hutang? (Ya pula jawaban suami saya)…..jadi kami ingin memberikan zakat kami ke kamu.” sambungnya.Suami saya rupanya lebih halus cara menolaknya dibanding saya, dia bilang tanyakan dulu kepada yang ahli/imam saja, apakah saya memang layak menerima? Saya memang sedang tidak bekerja full time tapi saya punya pekerjaan part time juga istri saya bekerja full time. Demikian penjelasan suami. Akhirnya brother tersebut pun tidak memaksa suami saya untuk menerima.


 


 


Esoknya saya ketemu sister itu lagi dan dia bertanya siapa ya yang bisa saya kasih sedekah? Saya pun memberi referensi dan juga tawaran kalau mau saya bisa salurkan ke Indonesia. Ada sebagian masyarakat yang perlu di Indonesia tetapi tidak semuanya. Nggak tahu kenapa saya koq menambahkan  penjelasan” tidak semuanya” mungkin ego saya berbicara dan ingin diakui bahwa tidak semua orang Indonesia miskin lho!!!!! Astagfirullah…mudah-udahan tidak tercatat sebagai suatu kesombongan….Suami saya pun memberikan solusi yang sama bagi brother itu, sehingga dia menitipkan uangnya untuk disedekahkan ke Indonesia.


 


 


Tetapi ketika di rumah …..saya berpikir …..Ya Allah beginikah nasib keluarga Indonesia di mata orang asing???? Tentu saja tidak oleh semua orang asing. Mungkin pandangan seperti itu lebih banyak di Timur Tengah. Saya tidak marah sama para TKI yang dikirim ke Timur Tengah, bukan salah mereka citra bangsa Indonesia jadi begini…..para TKI itu bahkan pahlawan devisa…mereka menyumbangkan penghasilan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia di tanah air. Tak ada niat mereka menjatuhkan bangsa….niat mereka hanya menghidupi keluarga, menyekolahkan anak, membangun rumah untuk keluarga. Sederhana saja. Para pengirim tenaga kerja itu lah mengeksploitasi kaum tak berdaya tanpa berfikir dampak negatifnya.  Tapi saya pun tidak bisa protes atau komplain…karena saya pun tidak memberikan solusi alternatif, hanya satu yang pernah saya lakukan….saya tinggalkan pekerjaan saya di Indonesia …dan ikut mendampingi suami ke US semoga memberi lowongan pekerjaan terhadap yang lain.


 


 


Pas lebaran saya ketemu pembantunya keluarga Saudi itu dan bilang “Mbak, majikanku katanya mau ngasih zakat ama sedekah ama orang Indonesia tapi aku bilang, orang Indonesia  di sini nggak ada yang miskin kayak saya.”


 


Ya Allah saya koq lupa dan tidak mengingatkan supaya lebih baik dikasihkan ke pembantunya saja, insha Alah lebih bermanfaat, mereka punya anak-anak yang harus disekolahkan. Duh saudara sebangsaku ….maafkan saya ……koq saya tidak mengingatnya.

Pahlawan yang keteteran....

Waktu ada bencana Tsunami di Aceh. Rasanya pemerintah Amrik gesit memberikan bantuan dengan segala tim publikasinya. Photo helikopter yang menyerahkan paket makanan terpampang di koran-koran. Bahkan 2 mantan presidennya langsung berkunjung ke tempat kejadian.


Kini bencana alam itu terjadi di tanah Amrik sendiri.....saudara sebangsanya pahlawan tsunami yang mengalami. Penderitaan bencana ini pun tak jauh dari penderitaan tsunami. Makanan tak ada minuman tak ada.....Pertolongan dirasa terlambat....Kemanakah para pahlawan itu? Ke mana kah helikopter pembawa kebahagiaan di Aceh?


===============================================


Hari ini saya baca di kompas.com Indonesia akan mengirimkan 40 dokternya untuk turut membantu. Memang kalau jadi orang besar itu jangan arogan ya....justru yang kecil dan lemah itu ternyata bisa membantu juga.


 

Nikmat ya ..kalau sehat

Badan sehat itu sebuah kenikmatan.....tapi baru terasa kenikmatan kalau pas jatuh sakit. Kalau sudah sakit ... makan tak enak ...tidur tak nyenyak.....apalagi sakitnya sakit batuk dan ingusan. Tidur terlentang nggak bisa nafas...tidur duduk pegel....Siang lemes karena malam sibuk batuk....


Semua orang juga tahu kalau menjaga badan adalah amanah dari Allah swt. Tapi kita ini ..eh maksudnya saya, manusia yang tak pernah luput dari salah. Kerja , sekolah, ngurus rumah semua dijalankan dengan tidak seimbang sampi akhirnya begini ini ...ambruk...dan malah nggak kerja.


Saya juga lupa kalau saya tidak seenerjik dulu lagi. Jadi harus mulai tahu diri dan menyadari bahwa tidak banyak kegiatan yang bisa saya lakukan dalam seminggu. Saya pikir tadinya saya masih sweet seventeen.....eh ternyata udah dikali dua.


Ada untungnya juga saya sakit (ikut pepetah jawa ..dalam kedaan gimana pun masih untung) jadi saya sadar bahwa menjaga kesehatan itu lebih berharga daripada mengobatinya (kayaknya udah tahu dari dulu ya pepatah ini).


Bekerja, makan teratur ...rasanya sudah dilakukan....satu yang sekarang sering lalai....olah raga. Perlu pemacu untuk olah raga ini ...apa ya?Males rasanya mau olah raga. Ada yang bisa kasih kiat biar rutin berolah raga??????