Biar tanahnay sempit nggak mau rugi segala ditanam.....
Friday, July 22, 2005
my friend's children
Kado kejutan
Tahun 2002 bulan September tangal 24, waktu itu suami masih sempat untuk shalat shubuh ke masjid. Aku shalat shubuh di rumah saja sambil mempersiapkan pakaian suami ke kantor dan bekal makan siangnya. Sepulang dari masjid aku interogasi suami," Kamu pasti nyiapin hadiah ya? Khan tanggal segini 2 tahun lalu kamu ngucapin ijab kabul. Kamu khan suka bikin surprise."
Suami bilang,"Tahun ini nggak. Katanya nggak usah istimewa-istimewa dan dirayakan."
"Iya sich ....khan nggak ada sunahnya untuk merayakannya," timpalku.
Suami pun segera berangkat setelah mandi dan berpakian rapi. Giliranku menyiapkan diri untuk kerja volunteer di IPO UofA.
Aku pun berangkat dengan bis sambil merenung ....wah kata-kataku diresapi betul sama suamiku. Sejujurnya kangen juga sama setiap kadonya yang selalu dibungkus cantik kalau ingin menghadiahiku entah event apapun.
Ah...sudahlah nggak usah sentimentil pikirku ...tidak ada yang salah dari suamiku...mauku juga tidak mau membuat hari perkawinan atau ulang tahun spesial.
Hari itu aku pun bekerja sampai jam 2 siang. Teman kerjaku mengantarkanku pulang ke apartemenku.Kubuka pintu rumah....dan kusimpan tasku di sofa sambil ingin duduk istirahat. Tapi ........apa itu di atas meja makan???? Ada satu dus yang berbalutkan kertas kado cantik disertai pita ... setangkai mawar ....serta sebuah kartu ....
Aku bingung ! Siapa yang datang? Kubuka kartu dan kado cantik itu......
Oh ....ternyata suamiku.....langsung kutelepon,"Terima kasih sayang!"
Benar-benar tak kusangka dan kuduga. Kantor suamiku khan tak dekat dari apartemen komplekku. Kapan belinya tanyaku dalam hati? Tadi malam kita ke Walmart, dia tak beli apa-apa. Memanfaatkan waktu istirahat untuk belanja?Mana sempat! dia khan sibuk.
"Nggak sadar ya tadi pergi shalat shubuhnya agak lama?" Tanya suamiku sepulang dari kantor mencoba menjelaskannya padaku.
Aku pun girang bagai anak kecil yang dikasih kado. Tapi tak mungkinlah jingkrak-jingkrak karena apartemenku ada di lantai 2. Nanti temanku yang dibawah bingung kalau aku ribut.
Kado itu adalah idamanku ...aku memang selalu bilang pengen punya barang itu, tapi belum mau beli karena kebutuhan kita pun masih banyak. Terlalu mahal rasanya harga barang itu buatku. Aku tak mau menghambur-hamburkan jerih payah keringat suamiku.
Sebuah mesin jahit putih merk "Singer" telah menambah koleksi barang rumahtanggaku. Sayang belum ada suatu karya hasil tanganku karena aku masih belajar menggunakannya dan membuat sesuatu tapi kubertekad aku tak akan mengecewakan suamiku...atas kado kejutannya itu.
Horeeee!!! Hari ini cuti .....
Hari ini saya di rumah. Merdeka dari kerjaan kantor tapi tidak merdeka dari kerjaan rumah.Memang sudah direncanakan kalau hari ini say aambil cuti soalnya rencananya besok Sabtu mau Garage sale....jadi hari ini beres-beres dan pricing.
Nikmatnya ....tinggal di rumah.....
Buat yang di rumah terus katanya...suntuknya di rumah terus.....
Lagu pelangi-pelangi
Evi bilang anaknya Rania lagi gemar nyanyiin lagu Pelangi-pelangi. Duh...lagi itu ...kayaknya semua anak Indonesia yang besar di Indonesia sich hapal.
Lagu itu diajarkan kakakku pada seorang ponakan (anaknya sepupuku) tahun 1987 yang bernama Mira. Ponakan itu pun hapal dengan lagu itu dan jadi lagu favoritnya malah.
Suatu saat sepulang sekolah dengan dijemput pengasuhnya dan saya. Pengasuhnya dipanggil guru dikelasnya. Pengasuh pun laporan sama saya bahwa tadi Mira menyanyikan lagu Pelangi-pelangi tapi koq ada yang salah katanya. Ketika dibetulkan Mira tidak mau, Mira merasa lirik yang dinyanyikannya lirik yang paling benar.
Yang mana sich lirik yang berbeda itu?
Lirik kalimat terkahir !
"Pelangi-pelangi ciptaan Alloh"
Itulah yang dinyanyikan Mira....
Seharusnya khan "Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan"
Kakak saya tea iseng..nggak nyangka kalau akibatnya jadi gitu....khan Tuhan kita Alloh kata kakak saya dengan merasa tidak bersalah.
Thursday, July 21, 2005
Lagu favorite masa kecil
Sejak kecil ku diasuh oleh ayah ibu
Tak pernah dia mengeluh bahkan ku dimanja
Pesan dari Ibu guru kuingat selalu
Do'akanlah orang tua ..biar masuk surga
Oh Tuhan Oh Tuhanku
Dengarlah do'aku
Kasihanilah ayah dan ibu
Dan ampunkanlah dosanya.
"Lagunya Diana Papilaya waktu masih kecil"
Punten vs Permisi
Waktu itu THB pertama dalam hidupku. THB untuk pelajaran bahasa Indonesia. Aku masih kelas 1 SD. Salah satu pertanyaannya: "Kalau masuk rumah orang, ucapkan ..................."
Masa kecilku di Tasikmalaya yang kental dengan bahasa Sunda. Jadi tanpa pikir panjang kujawab dengan pede"PUNTEN"
Kakakku yang waktu itu kelas 6 SD jadi pembantu pengawas THB di kelasku. Sepulang ke rumah, dia menegurku ...."kenapa kamu jawab Punten untuk pertanyaan itu?
Dengan enteng kujawab, "Memang itu khan yang kita dan orang-orang katakan kalau ke rumah Orang!"
Kakaku pun baru menyadarinya bahwa sang adik begitu polos. Aku lupa kalau itu pelajaran bahasa Indonesia yang harus dijawab dengan bahasa Indonesia. Aku hanya menjawab dari apa yang kulihat dan kukerjakan saat itu.
Ketika aku mendapatkan hasil THB, akupun tidak mendapat nilai untuk jawaban tersebut karena jawaban yang benar adalah PERMISI.
Permisi bagiku saat itu adalah bahasa dari planet lain yang nggak pernah kudengar jadimana tahu jawabannya itu.
Sunday, July 17, 2005
Asyiknya main di kali internet
Suami negur," Keu, jangan keasyikan main di kali ya.Masih banyak yang harus kita kerjakan."
Saya bingung! Kali mana? Ada sich kali kecil dan surut di belakang pagar rumah tapi mana pernah main ke sana. Kalau ngintipin dan manjat pagar belakang rumah saya sering, soalnya ada pohon cherry liar...dan saya lagi menunggu buahnya merah agar saya petik, toch tanah itu milih pemerintah dan tak diurus dan tak pernah ada orang pula memperhatikan ataupun menyambanginya.
Saya jadi balik tanya,"Kali? Kali yang mana ya?"
Suami jawab mata kedip-kedip nyindir," Itu kali yang di internet! Multiply itu khan Kali."
Saya cuman termangut-mangut dan berujar,"Ooooooooooooo.Ok boss!!"
Wraps chip
Lumayan enak buat nemenin teh manis hangat
Ingredients:
Wraps ( jangan lupa belinya yang no lard!)
Olive oil
Topping:
Garam
Cheese
Garlic powder
Saus apa aja
Directions:
Potong wraps menjadi 8 bagian
Olesi olive oil
Taburi topping yang diinginkan:
- garam, garlic powder dan cheese
- sambal balado sisa masak..
- saus tomat
dll
SIlakan olesi dg topping sesuai selera
panaskan di oven dg suhu 300 F selama 5-10 menit (jangan kelamaan nanti gosong)
Keluarkan dari oven..siap dihidangkan...
Lebih sedap langsung dimakan hangat-hangat ..
Hmmm Yummi!!
Friday, July 15, 2005
Punch !
It's good for this summer!
Ingredients:
Pineapple Juice
2 lt. Sprite
Koolaid fruit punch mix
Raspberry sherbet
Directions:
Mix all the ingredients ....and enjoy!!
nine one one
Hari itu aku sudah bekerja untuk beberapa hari.
Tiba-tiba supervisorku memanggil," tolong fax surat ini ke Vietnam, penting untuk apply visa student di US Embassy di Ho Chi Minh City."
Tanpa tanya ba bi bu ..dengan gesit ku jawab," Ok..I'll do it now"
Petunjuk pengunaan fax terpasang di kertas putih disamping mesin.
Mulailah kutekan nomor-nomor yang dituju...
Nampaknya tidak mulus fax yang kukirim...ku ulang berkali-kali ...
Tiba-tiba temanku sedikit berteriak," Adakah yang menelepon 911? Ada telepon dari University Police...katanya ada yang telepon ke sana."
Semua bilang dengan tegas," Tidak ada."
Satu temanku tanya," Keukeu, did you send the fax to Vietnam?"
"Yes, but it didn't go through." Jawabku
"A..ha, you did it Keukeu ! Welcome to the club !"
Dengan wajah bingung kutanyakan, maksudnya apa welcome to the club. Dia bilang pasti saya tekan nomornya kurang keras sehingga masuk ke 911. Cara menelpon ke luar negeri di tempat ku ...9 + 011 + country code + no telepon. Kejadian ini hampir teralami pada semua karyawan kalau masih status karyawan baru di tempat kerjaku
"Ooo..." seruku mengerti, Mungkin pada saat tekan 011, kutekan 0 terlalu lembut sehingga tak tertekan sebenarnya.Hmm rasanya sich kuat-kuat menekannya..apalagi dekat fax tidak ada sticker seperti yang terpasang di angkot yang suka kunaiki di Bandung " tekanlah bel dengan mesra".
Semua orang tertawa .....dan mereka bilang pasti polisi datang.
Betul juga, polisi datang. Sekretaris di front desk jelaskan kepada polisi bahwa ada staf yang salah tekan waktu sedang kirim fax. Rupanya polisi tidak begitu saja percaya. Dia bilang bahwa dia harus memeriksa isi kantorku untuk meyakinkan kalau semuanya lancar dan aman. Kitapun mempersilakan sambil masih terpingkal-pingkal karena kepolosanku. Akhirnya polisi pun kembali ke markasnya.
Ada sedikit trauma setelah kejadian itu kalau mau mengirim fax...tapi dengan kehati-hatian tak pernah terulang lagi. Semoga seterusnya.
Lima belas Juli ....
Tidak tahu
hmmm
15 Juli ..73 tahun lalu ayahanda ..terlahir ke dunia....
15 Juli ....5 tahun lalu sang Khalik memanggil ayahanda dari dunia untuk selamanya...
Semoga kita bertemu di surga ........
15 Juli ... 13 tahun lalu anak laki-laki temanku terlahir berayah...
15 Juli ... hari ini...dia seorang yatim yang merindukan figur ayah
Semoga mereka bertemu di surga....
Jadi teringat sebuah lagu ..yang tak pernah kunyanyikan untuk ayahanda...
karena do'a bagi ayahanda lebih penting dari nyanyian.....
AYAH
dimana akan kucari
aku menangis seorang diri
hatiku selalu ingin bertemu
untukmu aku bernyanyi
untuk ayah tercinta
aku ingin bernyanyi
dengan airmata di pipiku
ayah dengarkanlah
aku ingin berjumpa
walau hanya dalam mimpi
lihatlah hari berganti
namun tiada seindah dulu
datanglah aku ingin bertemu
untukmu aku bernyanyi
untuk ayah tercinta
aku ingin bernyanyi
dengan airmata di pipiku
ayah dengarkanlah
aku ingin berjumpa
walau hanya dalam mimpi
Ayahanda....
aku tak pernah menangisi kematianmu....
aku tak pernah menyesali kehilanganmu
Aku yakin Allah tahu yang terbaik untuk kita
Wednesday, July 13, 2005
Bandung: The Most Beautiful City in Indonesia
In
ITB was established in 1920 as Technische Hogeschool (TH), which for a short time, in the middle forties, became Kogyo Daigaku. Not long after the birth of the
Today, ITB is the best engineering, science and fine arts school in
The history of
the city history dates from 1488 when the first reference to
In 1786, the great post road was built connecting
Another historical incident that is very famous in
The war years did little to change the city of Bandung, but in 1946, facing the return of the Colonial Dutch to Indonesia, citizens chose to burn down their beloved Bandung in what has become known as Bandung Lautan Api, Bandung Ocean of Fire. Citizens fled to the southern hills and overlooking the "ocean of flames" penned "Halo Halo Bandung," the anthem promising their return.
IIAH mentions
The Dutch Colonists built many beautiful buildings in
If we are on vacation in
Besides historical buildings and art performances, the geographic condition makes
The beautiful scenery around
One thing that we cannot forget if we go to
If you love eating out,
There is no end to the stories if we talk about
Sundanese is Not the Punny Language
How can we recognize people from
What consonants are missing in Sundanese? There are three consonants missing in the Sundanese vocabulary. Those are “f”, “v”, and “z”. So how they will pronounce f, v and z? F and v, the Sundanese native speakers pronounce the same as p, and z is the same as j. You hear funny as punny; instead of zebra, they will say jebra, or vivid is pipid. I am not making this up. This is a fact! There was a student whose name is Fajar at Universitas Padjadjaran. Every time people write his name, he always needs to correct it because people write his name based on what Fajar say. Fajar pronounces his name as Pajar. He always tries to correct by saying, “Start with Pi, pictory (he means v, victory), I mean ep, panta (he means f, fanta).” People think there are no differences from what Fajar says. All p’s, v’s, and f’s are pronounced the same as p. This condition also happens if the Sundanese native speakers speak another language. They still mispronounce f and v with p. Sometimes if they think about those consonants during their speech, they confuse themselves about whether they have to use p, f or v.
Another thing that we can find in Sundanese is that they sometimes add a Sundanese word even though they are speaking in another language. Like a word mah. It has no meaning; it just puts the accent on what people say. For example, when a Sundanese mentions my name in English, a Sundanese will say,”Her name mah is Keukeu.”
For some people this is funny. For other people, it is sometimes confusing for what the Sundanese is trying to say in the English language at first. The Sundanese sound like they speak English with a strange vocabulary. When people realize that the Sundanese cannot pronounce f, v and z, everything becomes clear.
Sundanese speakers know and realize this, but it is hard to change their tongue instantly. I know it is frustrating for the person who has that problem. Actually, this problem is not only true for Sundanese, but it also happens in other languages. Sometimes people cannot speak other languages correctly. We have to tolerate and understand this problem. We can help to correct them when they make mistakes if they want to, so we do not offend them. We can give them confidence that they will be able to pronounce perfectly as long as they try hard.
The Sundanese language has a characteristic that has an impact the speaker. So, if you are in
Tasikmalaya is My Sweet Childhood Memory
I was born in
Tasikmalaya has a volcano named Gunung Galunggung that erupted terrifyingly in April, 1981. At that time, the dust from Gunung Galunggung went as far as the beaches in
Tasikmalaya also has a beach that faces the
The weather in Tasikmalaya is almost the same as other places in
Tasikmalaya is a small city that looks like
People in Tasikmalaya are so friendly, they always greet and smile at each other in the street. They are very welcoming to everybody. They are also very helpful. If we get lost in Tasikmalaya, we do not need to worry. All people in Tasikmalaya will help us until we can find the place we are searching for. They will give us directions if we ask, and it is possible they will give us a ride to the place we seek. Some people also let people stay free if they do not find the place that they seek. Neighborhoods in Tasikmalaya are also very close. All the neighbors know each other. Their kids also play together inside and outside the houses without worrying that someone will kidnap them. All the students in elementary and junior high school are also members of Boy Scouts or Girl Scouts. They have camps and survival competition every year, and there are many competitions for students. It allows the children to have fun.
Every year the Tasikmalaya Fair celebrates Tasikmalaya‘s birthday. They use the downtown and surroundings as a place for the Tasikmalaya Fair. We can see many local handicrafts there and we can enjoy entertainment from local singer and comedian. When I lived there, I always went to the fair because I like to buy cotton candy that we can find only at that fair.
I am lucky to have had the experience of living in Tasikmalaya because it made me rich with experiences. I have gone to the Gunung Galunggung,
I hope I will go to Tasikmalaya again if I go to
Salad Soun Udang

Ingredients:
- Mung bean noodles ( soun)
- Shrimp salad
- Red chilli diiris tipis
- Cilantro diiris
- Cucumber dipotong kecil2 seperti dadu
- Olive oil
- Salt
- Black pepper
- Vinegar
Directions:
Seduh soun dengan air mendidih
Campurkan semua bahan di atas.
Selamat mencoba!
White Ied Fitr di Fayetteville
Saya pilih judul di atas, berdasarkan pemandangan saat Idul
Informasi bahwa hari Kamis adalah hari Idul Fitri di Fayetteville saya terima berdasarkan info dari Masjid Hamza, masjid satu-satunya di Fayetteville bahkan di Northwest Arkansas ini, sampai Rabu pagi saya masih belum tahu kapan Idul Fitri di Fayetteville, bahkan saya sampai telepon ke Indonesia dan keluarga saya di Indonesia tengah menjalani malam takbiran karena di Indonesia waktu itu Rabu malam artinya mereka berlebaran hari Kamis sesuai dengan penjelasan dari Muhammadiyah.
Di Fayetteville malam Kamis berarti malam Idul fitri, artinya saya tidak pergi lagi ke masjid untuk shalat tarawih, hanya suami yang pergi untuk shalat isha, saya kemudian pergi memenuhi undangan tetangga dan ternyata malam itu sister-sister berkumpul bersama putri-putrinya di sana, mereka melakukan kegiatan melukis tangan dengan henna, di Indonesia pun dikenal dengan nama Mehndi. Kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan yang spesial karena esok idul fitri. Malam Idul Fitri kali ini saya tidak sesibuk tahun lalu, karena jatuh pada hari kerja/sekolah maka saya tidak melakukan open house pada hari Idul Fitrinya, tetapi saya lakukan hari Sabtu sebab tidak semua ambil cuti pada hari H itu, ya karena ada quiz di kampus ada yang ambil cutinya Jum’at karena dikira Idul Fitri hari Jum’at.
Malam Idul Fitri di Fayetteville, tidak jauh beda dengan malam-malam biasa karena di sini Muslim adalah minoritas dan di Masjid pun tidak dilakukan takbiran seperti halnya di Indonesia. Sebagai orang
Esoknya, pagi-pagi saya dan suami seperti biasa bangun, sarapan dulu dan bersiap menuju tempat shalat Ied. Karena udara dingin, di Fayetteville ini tempat shalat Ied dilaksanakan di ruangan besar di suatu Hotel yang di sewa oleh pengurus masjid. Perjalanan dari rumah ke Ramada Inn (hotel) tidak selancar yang kita duga, karena di pertengahan jalan terjadi antrian cukup panjang, ada beberapa mobil yang tidak bisa melaju karena jalanan icy. Saya sempat khawatir juag kalau-kalau kita terlambat, tetapi alhamdulillah begitu di
Tempat shalat Ied seperti halnya di Indonesia terpisah antara laki-laki dan perempuan, tetapi di sini biasanya ditutup sekat sehingga kita tidak bisa melihat sama sekali bagian laki-laki begitu pula sebaliknya, namun kali ini tidak tertutup sama sekali masih ada sekat bagian belakang yang terbuka, memberi kesempatan bagi para wanita untuk dapat mendengarkan khutbah dan imam takbir, tahun lalu para wanita sempat tertinggal ketika memulai shalat karena para wanita tidak bisa mendengar imam takbir tertutup oleh ributnya suara anak-anak.
Sambil menunggu shalat dimulai, saya beserta muslimah lain duduk sambil bertakbir dan menyambut rekan ‘sister’ (sebutan untuk muslimah) yang baru datang, biasanya mereka datang langsung bersalaman, cium pipi
Selesai shalat, khutbah dibacakan dalam dua bahasa yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris, yang menjadi khatib adalah brother dari Saudi Arabia yang sedang menjalani pendidikan S-3 di University of Arkansas.
Usai shalat beberapa ibu-ibu menyiapkan hadiah buat anak-anak, berupa kantung-kantung yang berisikan permen, coklat ada juga yang membagikan pop corn. Anak-anak tampak senang berburu hadiah tersebut, Idul Fitri benar-benar suatu ajang kebahagian bagi mereka. Hal seperti ini memang sengaja dilakukan para orang tua, agar anak-anak merasa bahagia di hari raya Islam, seperti halnya anak-anak Amerika bahagia di
Pertemuan di shalat Idul Fitri sangat saya nantikan, karena kita bisa ketemu dengan sister-sister dari negara lain yang sehari-hari tidak pernah bertemu. Sister-sister ini terdiri dari macam-macam negara kebanyakan dari Timur Tengah, ada yang memang melanjutkan studi ada juga yang mendampingi suami studi atau bekerja seperti saya. Kali ini saya ketemu dengan 2 orang Indonesia yang bekerja di rumah orang Saudi, yang satu akrab ngobrol sama orang-orang Indonesia, yang satu lagi masih tampak segan gabung sama kita. Saya pikir saya perlu pendekatan terhadap majikannya dulu agar mereka boleh berbaur sama kita.
Selepas pulang dari shalat Ied, saya dan suami memenuhi undangan teman-teman, dan bersilaturrahmi ke orang
Hari Sabtu baru giliran kita mengundang seluruh warga Indonesia di Fayetteville ini, untuk menikmati hidangan ala kadarnya. Kita masak usahakan seperti lebaran di
Mempertahankan keimanan di tempat asing
Pergi ke luar negeri untuk bermukim dialami banyak orang dengan berbagai alasan, ada yang melanjutkan sekolah, mendapat pekerjaan, menikah dengan orang asing dll. Saya pun mengalaminya, suami yang saya nikahi mendapat pekerjaan di tempat dia menyelesaikan kuliah yakni di
Yang pertama saya khawatirkan ketika pergi adalah …bagaimanakah keimananku … ???? Saya sadar selama ini saya dalam proses belajar terus, bagaimanakah saya di tempat baru nanti??? Selama ini alhamdulillah saya hidup dalam lingkungan yang cukup kondusif dengan suasana Islam, di keluarga, di kantor ataupun di masjid tempat beraktifitas. Kegiatan masjid atau lingkungan masjid itu yang selalu saya perlukan, selain rutinitas di rumah dan di kantor.
Tiba di tempat baru ….saya pertama mencari masjid, kebetulan masjid itu adalah masjid satu-satunya di
Kegiatan yang diikuti awalnya halaqah di Masjid setiap hari Jum’at sore, kemudian terkadang hari Ahad, dan sekarang halaqahnya pun hari Ahad berbarengan dengan kegiatan Sunday School buat anak-anak, terkadang kita buat acara potluck lunch, atau potluck dinner. Alhamdulillah kegatan ini bisa tetap saya ikuti, bahkan saya bisa mengenal muslimah dari berbagai negara.
Sebetulnya sebelum saya menemukan kegiatan masjid, saya mencari kegiatan kerohanian di internet, ……. syukur alhamdulillah seorang muslimah yang kebetulan juga teman kantor kakak membantu menghubungkan saya dengan komunitas muslimah
"Children Learn What They Live"
by Dorothy Law Nolte (1954)
If children live with criticism
they learn to condemn.
If children live with hostility,
they learn to fight.
If children live with fear,
they learn to be apprehensive.
If children live with pity,
they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule,
they learn to feel shy.
If children live with jealousy,
they learn to feel envy.
If children live with encouragement,
they learn confidence.
If children live with tolerance,
they learn patience.
If children live with acceptance,
they learn to like themselves.
If children live with recognition,
they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing,
they learn generosity.
If children live with honesty,
they learn truthfulness.
If children live with fairness,
they learn justice.
If children live with kindness and consideration,
they learn respect.
If children live with security,
they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness,
they learn the world is a nice place in which to live.
