Wednesday, July 13, 2005

Mempertahankan keimanan di tempat asing

Pergi ke luar negeri untuk bermukim dialami banyak orang dengan berbagai alasan, ada yang melanjutkan sekolah, mendapat pekerjaan, menikah dengan orang asing dll.  Saya pun mengalaminya, suami yang saya nikahi mendapat pekerjaan di tempat dia menyelesaikan kuliah yakni di USA. Tak pernah saya mimpikan saya ke luar negeri untuk bermukim.  Mimpi saya selagi kecil kalau ke luar negeri adalah sekolah, atau jalan-jalan.


 


Yang pertama saya khawatirkan ketika pergi adalah …bagaimanakah keimananku … ????  Saya sadar selama ini saya dalam proses belajar terus, bagaimanakah saya di tempat baru nanti??? Selama ini alhamdulillah saya hidup dalam lingkungan yang cukup kondusif dengan suasana Islam, di keluarga, di kantor ataupun di masjid tempat beraktifitas. Kegiatan masjid atau lingkungan masjid itu yang selalu saya perlukan, selain rutinitas di rumah dan di kantor.


 


Tiba di tempat baru ….saya pertama mencari masjid, kebetulan masjid itu adalah masjid satu-satunya di kota kecil Fayetteville, Arkansas, tempat suami bershalat Jum’at juga.  Beberapa bulan pertama  saya tidak tahu kegiatan muslimahnya, karena untuk ke sana pun saya masih kesulitan dalam hal transportasi, alhamdulillah kami pun pindah lokasi tempat tinggal sehingga saya bisa mengatasi kesulitan transportasi tersebut,  saya tidak perlu menunggu suami pulang kantor lagi untuk mengantarkan saya tetapi saya bisa pergi ke Masjid dengan bis University yang melewati masjid tersebut. 


 


Kegiatan yang diikuti awalnya halaqah di Masjid setiap hari Jum’at sore, kemudian terkadang hari Ahad, dan sekarang halaqahnya pun hari Ahad berbarengan dengan kegiatan Sunday School buat anak-anak, terkadang kita buat acara potluck lunch, atau potluck dinner.   Alhamdulillah kegatan ini bisa tetap saya ikuti, bahkan saya bisa mengenal muslimah dari berbagai negara.


 


Sebetulnya sebelum saya menemukan kegiatan masjid, saya mencari kegiatan kerohanian di internet,  ……. syukur alhamdulillah seorang muslimah yang kebetulan juga teman kantor kakak membantu menghubungkan saya dengan komunitas muslimah Indonesia di USA.  Pertama saya hanya mengikuti kegiatan seputar email di IMSA Sister Mailing list, kemudian berkembang  dengan mengikuti halaqah melalui teleconference kita menyebutnya telehalaqah,  bahkan bisa bertemu muka melalui kegiatan Muktamar.  Beberapa lalu bahkan ada kegiatan lain yakni taujih melalui chat room dengan narasumber ustadzah dari Indonesia.  Alhamdulillah dari kegiatan ini saya banyak sekali mendapat manfaat bahkan menambah teman yang serasa keluarga.


 

Kemudian selain IMSA Sister Mailing List, saya pun bergabung dengan Milis Muslimah ataupun milis lain yang memang saya perlukan

No comments:

Post a Comment