Saya pilih judul di atas, berdasarkan pemandangan saat Idul
Informasi bahwa hari Kamis adalah hari Idul Fitri di Fayetteville saya terima berdasarkan info dari Masjid Hamza, masjid satu-satunya di Fayetteville bahkan di Northwest Arkansas ini, sampai Rabu pagi saya masih belum tahu kapan Idul Fitri di Fayetteville, bahkan saya sampai telepon ke Indonesia dan keluarga saya di Indonesia tengah menjalani malam takbiran karena di Indonesia waktu itu Rabu malam artinya mereka berlebaran hari Kamis sesuai dengan penjelasan dari Muhammadiyah.
Di Fayetteville malam Kamis berarti malam Idul fitri, artinya saya tidak pergi lagi ke masjid untuk shalat tarawih, hanya suami yang pergi untuk shalat isha, saya kemudian pergi memenuhi undangan tetangga dan ternyata malam itu sister-sister berkumpul bersama putri-putrinya di sana, mereka melakukan kegiatan melukis tangan dengan henna, di Indonesia pun dikenal dengan nama Mehndi. Kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan yang spesial karena esok idul fitri. Malam Idul Fitri kali ini saya tidak sesibuk tahun lalu, karena jatuh pada hari kerja/sekolah maka saya tidak melakukan open house pada hari Idul Fitrinya, tetapi saya lakukan hari Sabtu sebab tidak semua ambil cuti pada hari H itu, ya karena ada quiz di kampus ada yang ambil cutinya Jum’at karena dikira Idul Fitri hari Jum’at.
Malam Idul Fitri di Fayetteville, tidak jauh beda dengan malam-malam biasa karena di sini Muslim adalah minoritas dan di Masjid pun tidak dilakukan takbiran seperti halnya di Indonesia. Sebagai orang
Esoknya, pagi-pagi saya dan suami seperti biasa bangun, sarapan dulu dan bersiap menuju tempat shalat Ied. Karena udara dingin, di Fayetteville ini tempat shalat Ied dilaksanakan di ruangan besar di suatu Hotel yang di sewa oleh pengurus masjid. Perjalanan dari rumah ke Ramada Inn (hotel) tidak selancar yang kita duga, karena di pertengahan jalan terjadi antrian cukup panjang, ada beberapa mobil yang tidak bisa melaju karena jalanan icy. Saya sempat khawatir juag kalau-kalau kita terlambat, tetapi alhamdulillah begitu di
Tempat shalat Ied seperti halnya di Indonesia terpisah antara laki-laki dan perempuan, tetapi di sini biasanya ditutup sekat sehingga kita tidak bisa melihat sama sekali bagian laki-laki begitu pula sebaliknya, namun kali ini tidak tertutup sama sekali masih ada sekat bagian belakang yang terbuka, memberi kesempatan bagi para wanita untuk dapat mendengarkan khutbah dan imam takbir, tahun lalu para wanita sempat tertinggal ketika memulai shalat karena para wanita tidak bisa mendengar imam takbir tertutup oleh ributnya suara anak-anak.
Sambil menunggu shalat dimulai, saya beserta muslimah lain duduk sambil bertakbir dan menyambut rekan ‘sister’ (sebutan untuk muslimah) yang baru datang, biasanya mereka datang langsung bersalaman, cium pipi
Selesai shalat, khutbah dibacakan dalam dua bahasa yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris, yang menjadi khatib adalah brother dari Saudi Arabia yang sedang menjalani pendidikan S-3 di University of Arkansas.
Usai shalat beberapa ibu-ibu menyiapkan hadiah buat anak-anak, berupa kantung-kantung yang berisikan permen, coklat ada juga yang membagikan pop corn. Anak-anak tampak senang berburu hadiah tersebut, Idul Fitri benar-benar suatu ajang kebahagian bagi mereka. Hal seperti ini memang sengaja dilakukan para orang tua, agar anak-anak merasa bahagia di hari raya Islam, seperti halnya anak-anak Amerika bahagia di
Pertemuan di shalat Idul Fitri sangat saya nantikan, karena kita bisa ketemu dengan sister-sister dari negara lain yang sehari-hari tidak pernah bertemu. Sister-sister ini terdiri dari macam-macam negara kebanyakan dari Timur Tengah, ada yang memang melanjutkan studi ada juga yang mendampingi suami studi atau bekerja seperti saya. Kali ini saya ketemu dengan 2 orang Indonesia yang bekerja di rumah orang Saudi, yang satu akrab ngobrol sama orang-orang Indonesia, yang satu lagi masih tampak segan gabung sama kita. Saya pikir saya perlu pendekatan terhadap majikannya dulu agar mereka boleh berbaur sama kita.
Selepas pulang dari shalat Ied, saya dan suami memenuhi undangan teman-teman, dan bersilaturrahmi ke orang
Hari Sabtu baru giliran kita mengundang seluruh warga Indonesia di Fayetteville ini, untuk menikmati hidangan ala kadarnya. Kita masak usahakan seperti lebaran di
No comments:
Post a Comment