Monday, August 22, 2005

Hari pertama kelas Arabic

Setelah lama pengen belajar bahasa arab....akhirnya kesampaian. Kelas Arabic ini satu-satunay yang saya ambil semester ini. Hari ini hari pertama saya ....masih belum belajar banyak tapi exciting aja....kembali menjadi student walau part time student. Belum ada minat jadi full time soalnya. Berhubung jadi student dan juga employee jadi saya harus pandai mengatur waktu....15 menit mau kelas mulai harus segera meninggalkan kerjaan...soalnya kelasnya di gedung lain yang cukup nanjak....selesai kelas saya tak bisa banyak sapa sana sapa sini ..langsung cabut..harus kembali kerja. Ya beginilah kalau mau ambil kelas dengan bayaran murah...jadi karyawan full time di University jadi dapat discount bayar uang sekolah ...hanya 5% dari total uang sekolah. Murah khan....alhamdulillah.


Pengajarnya seorang Lebanese...dengan teaching assistant seorang Palestinian. Gaya mengajar cukup menarik...semua murid mengikuti dengan serius tapi juga fun makanya nggak ngantuk. Padahal hampir semua studentnya  American. Selesai kelas pertama...semua murid setidaknya sudah bisa mengucapkan Marhaban....dan nulis alif ba ta .


Kata pak guru tadi, kata alphabet itu belasal dari  Alif ba ta...lho....

Sunday, August 21, 2005

Tips di dapur untuk menghilangkan bau - Rebusan cuka

Description:
Kalau sedang masak seringkali dapur kita jadi bau masakan. Apalagi kalau dapur gaya rumah saya yang bersatu dengan ruang tamu dan ruang makan. Seringkali bau itu menganggu. Bisa saja pakai penyemprot ruangan ...tetapi kadang sakit ke hidung. Ada cara lain

Ingredients:
Cuka ( Vinegar)
Air ( Water)
Ukuran suka-suka

Directions:
Panas cuka dengan air...di panci tanpa tutup ..biarkan sampai mendidih sehingga uapnya menyebar.
Uapnay ini menetralisir bau yang lain. Kalau mau bisa saja tambahkan daun mint atau yang lain yang dimaui sehingga akan tercium wangi yang dikehendaki.

Sebuah Penantian

Ketika masih kuliah....seorang teman bercerita tentang kesedihannya. Dia bilang dia bertanya pada pacarnya bagaimana kalau dia tidak bisa punay anak. Temanku bilang pacarnya diam membisu. Dia menyimpulkan artinya pacarnya tidak siap kalau ternyata dia tak mampu melahirkan. Saya bilang itu khan baru kalau ....lagian temanku khan tidak ada masalah reproduksi.


Alhamdulillah temanku sekarang telah menikah dengan pria itu dan dikaruniani beberapa putra.


Ketika diriku dipinang suami. Tak pernah pernah terpikir bahwa saya kan bermasalah. Tapi cerita temanku mengingatkanku..siapa tahu dia tahu calon suamiku saat itu tak siap juga. Kutanya hal yang sama. Rupanya dia bilang anak itu titipan Allah Swt tapi khan tidak berarti harus anak kandung. Jawabannya cukup melegakan.


Setelah pernikahan ..memang kita terpisah 6 bulan. Mumpung belum hamil dan menjelang keberangkatan menyusul suami akhirnya saya cek kondisi saya di Jakarta ke dokter kandungan dalam rangka persiapan merencanakan  ingin mempunyai keturunan.


Blarrrrrr!!! Kayak kesambar petir! Dokter bilang kalau saya punya myoma di rahim. Tapi masih kecil. Masih belum dipastikan menghambat proses punya anak. Dia menyarankan sebaiknya segera saja susul suami agar segera memulai proses itu.


Kususullah suami....mulailah kita usaha ke arah punya anak. ke dokter ..makanan, vitamin..semua dijalankan...tapi semua hanya proses natural sesuai anjuran dokter....


Tidak terasa bulan depan usia pernikahanpun telah memasuki tahun kelima. Belum juga ada tamu baru hadir di rumah kami.


Alhamdulillah ....kami tidak minder dan bersedih terus....kita tahu Allah memberikan yang terbaik pada kita selama kita selalu usaha dan berdo'a. Kita tak pernah menutupi kondisi kita...bahkan kalau ada yang bertanya pun kita selalu terbuka dengan jawaban atau saran.


Ada suatu keinginan memunculkan anggota keluarga baru tetapi entah kapan kita siap memulai, banyak proses yang tidak kita mengerti untuk melakukannya.


Dulu  sering dikira kalau kami tak punya anak karena kami menunda...makanya sering dinasehati  jangan gitu...saya hanya balas tersenyum.....


Tapi saya pun pernah menangis....ketika suatu urusan yang melibatkan suami istri ada seorang rekan memaksa saya untuk memenuhi keinginannya yang berhubugan urusan suami saya. Saya bilang silakan utarakan pada suami anda dan sampaikan ke suami saya. Rupanya dia jawab...suaminya dan dia sibuk. Saya bilang kami pun sibuk ....dan dia bilang ,"TAPI KHAN KAMU NGGAK PUNYA ANAK."


Mungkin karena akumulasi kelelahan saya...saya pun akhirnya tak berdaya mencucurkan air mata. Duh Gusti Allah....apa karena saya tak punya anak orang berhak menjudge saya lebih banyak waktu? Nyaris saya terusik untuk berbuat riya...membeberkan apa yang kulakukan. Tapi kutahan sambil membaca istighfar dalam hati .....dan tarik nafas dalam....


Saya tak menyerah dan lelah.....untuk tetap berusaha semampu saya.....Saya memang bukan semulia Nabi Zakaria dan istrinya yang diberi Allah suatu karunia istimewa. Tapi saya sangat yakin..Allah tahu yang terbaik buat saya sepanjang saya berusaha dan berdo'a.

sisters and friends in Fayetteville

http://sistersgarden.blogspot.com/

Khabar gembira daro tetangga - mbak Mamiek

Kemarin, 20 Agustus 2005 telah lahir seorang pangeran kecil di Jonesboro dengan nama Luqman Iman Syamil. Dengan kelahran ini berarti memecahkan predikat bahwa Mas Syamil belum tentu yang terganteng lagi di rumah itu.


Selamat Mbak Mamiek..Mas Syamil...Jasmine....dan Zahra.


====================================================================


How to congratulate new parents and how they should respond


Hadith - An-Nawawi, Kitabul-Adhkar, p. 349.


Baarakallahu laka fil mauhoobi laka, wa shakartal waahiba, wa balagha ashaddahu, wa ruziqta birrahu.


 ["May Allah bless you with His gift to you, and may the receiver give thanks and reach the maturity of years and be granted piety."]


  The reply is:


Barakallahu laka wa baraka 'alaika, wa jaza kallahu khairan, wa raza-qakallahu mithalhu, wa ajzala thawabaka.


["May Allah bless you, and shower His blessings upon you, and may Allah reward you well and bestow upon you its like and reward you with open hands."]


==========================================================


  


Du'a for newborn baby:


  


Aoozu bikalimaatillahit taammaat min Sharri kulli Shaytaanew waHaama wa min Sharri Kulli Aynillaama.


 


 Translation: I seek protection by the perfectwords of Allah from the evil of every revengefuleye.


 


 

Saturday, August 20, 2005

Photo Presiden

Waktu dengar bahwa Presidan Iran terpilih melarang pemasangan photo dirinya jadi ingat kejadian beberapa bulan lalu. Waktu itu teman saya, orang Indonesia, janjian ketemuan di kantor saya. Saya bilang tunggu sebentar ya saya mau selesaikan kerjaan dulu dan silakan aja ngobrol sama teman kantor saya yang hanya sedang menunggu waktu pulang.Dari obrolannya terdengar komentar temen saya," Oh ... I don't see your presiden picture here."  Teman kantor saya kayaknya bingung dengan komentar itu. Dia jawab," We don't have it here."  Akhirnya saya pun keluar dari meja.....saya bilang kalau di Indonesia di perusahaan/instansi pemerintah selalu dipasang photo presiden dan wapres. Nah tempat kerja saya khan di US itu institusi pemerintah jadi dikiranya sama. Akhirnya teman kantor saya ngangguk-ngangguk....mudah2an mengerti.

Sunday, August 7, 2005

Lihat TV Indonesia di US????

Saya baru dapat email dari temen, kalau mau lihat berita tentang Indonesia silakan klik:


http://www.indonewschannel.com/Local_news_eps34.php


Semoga bermanfaat.


 

Thursday, August 4, 2005

Buat para penyanyi ...hati-hatilah...

Baca-baca peristiwa yang menimpa Dewi Yul....Reza Artamevia...jadi bikin saya ingat lagu-lagunya mereka.


Dewi yul pernah nyanyi yang ada kata-katanya:


"kau bukan yang dulu lagi........dimana cintamu sayang ..dimana kasihmu."


Yah kejadian dech tuch lagu....


Terus lagunya Reza ama yang orang jepang itu khan isinya tentang selingkuh."


Ku beri segalanya semampunya aku


meski cinta harus terbagi dua

Serem dech....


Tolong sampaikan aja sama para penyanyi ...ati-ati apalagi kalau dihayati ..

 

Makanya segala yang kita ucapkan itu khan sebenarnya bisa sebuah harapan atau do'a ya...

 

Aku ini pengemis cinta.....

Pada inget lagu Rhoma Irama...???? Nggak tahu kenapa tiba-tiba jadi ingat aja.


Cuma ingat sekalimat sich ...Aku bukan pengemis cinta....!!!!!!


Cinta manusia memang tak perlu lah mengemis-ngemis...


Cinta pada yang Illahi kenapa tidak?


Itulah Cinta yang selalu kudambakan...


Makanya aku tak merasa malu sebagai pengemis cinta...cinta sang Khalik.

Menyambut pangeran kedua...

cerita yang akan ditampilkan kalau sudah ada waktu untuk menulis.

Binatang peliharaan dan tanda kiamat?

Banyak orang menyukai binatang peliharaan. Begitu pula di Amrik. Kucing..anjing diberinya mainan  khusus.Terkadang diperlakukan seolah -olah manusia.


Pernah terjadi teman kerja saya tidak masuk kantor...ternyata karena kelincinya stroke...dia bilang dia harus menemaninya hari itu. Esoknya dikhabari kelincinya mati..dia pun kembali tidak masuk karena berduka...begitupun esok harinya lagi tidakmasuk lagi karena masih berduka.


Ada lagi teman yang punya kucing kesayangan dan kucingnya mati....dia yang biasanya tidak pernah kelihatan murung sedih..baru kali itu saya melihat dia sampai berkaca-kaca kesedihan...dia bilang dia berusaha kuat ..makanya masuk kantor biar tidak terus sedih...Saya pundi kasih warning sama sahabatnya...hati-hati katanya dia sedangberduka..kucing nya ada her baby kata temannya.


Di satu sisi saya melihatnya suatu yang baik artinya kalau memelihara binatang peliharalah dengan kasih sayang dan tanggung jawab. Dalam suatu hadits digambarkan bagaimana Rasulullah mengecam orangyang tak berlaku baik pada binatang:


"Seorang perempuan akan masuk neraka sebab kucing yang ditahannya, tidak diberinya makan dan tidak dilepaskannya untuk mencari makan dari serangga darat." (Riwayat Bukhari)

Di sisi lain, saya pun berpikir lain....samakah sikap sayang pada binatang itu terhadap sesama manusia yang lain? Jika pada binatang itu sempat membelikan makanan lezat dan asesoris mahal....apakah kita juga peduli akan manusia yang kelaparan..?


Saya pernah dengar bahwa salah satu tanda bahwa kiamat telah mendekat diantaranya  dimana banyak manusia yang menyayangi binatang melebihi kecintaan terhadap sesama manusia.


Apakah sudah dekat kiamat itu? Jika kita lihat sekitar kita dan binatang peliharaannya?


Wallahu alam...hanya Allah yang tahu.

Tuesday, August 2, 2005

Kartu lebaran

Berkirim kartu lebaran saat Idul Fitri adalah hal yang biasa. Biasanya isinya mohon maaf lahir bathin ....


Suatu waktu aku pun dapat kartu lebaran dengan dialamatkan ke kantorku....akupun tidak merasa ada yang personal dalam kartu lebaran....sehingga kalau rekan kerja mau buka dan baca silakan aja....


Tapi tiba-tiba rekan kerjaku membaca dengan suara  teriak tapi terbata-bata dan aksen yang aneh:


Wi-lu -jeng bo-bo-ran -si-am


Nyu-hun-keun di-ha-pun-ten u-pa-mi ab-di bo-goh ka an-jeun.


Mukaku langsung merah padam......Aduh siapa sich yang usil....koq pake menerjemahkan judul sinetron yang saat itu lagi di putar di Indosiar kedalam bahasa Sunda sich.


Temanku semakin keras membacakannya...karena dia tak mengerti makna tulisan itu, dia pikir kalau bacanya tambah keras dan pelan makin mengerti artinya.


Ya akhirnya temanku yang ngerti bahasa Sunda tertawa tergelak-gelak....


Waduh ada penggemar misterius nich, katanya.


Saya juga nggak ngerti apa itu iseng atau serius karena yang kirimnya pun tak tahu siapa.


Andai saya tahu sekarang, akan kujawab : nyuhunkeun dihapunteun upami abdi teu nampi deui kabogoh, he...he...he...

Test suara....

Entah manja entah pemalas.....kalau suami ada di rumah rasanya nggak berkesan kalau nggak minta tolong beliau dalam segala hal. Padahal kalau lagi sendiri semua bisa dikerjakan sendiri.


Jangan heran kalau mampir ke rumah ada lengkingan mautku pada suami,"Yang ........bisa tolongin ini nggak?"


Nggak lengkap kayaknya kalau nggak ada kalimat itu tiap hari. Sadar sich betapa seringnya kalimat itu diucapkan sampai suatu kali bilang sama suami,"Tutup dech ruang belajarnya, cek email dan baca buku yang tenang ya. Nggak aka ada kalimat itu lagi hari ini."


Lalu akupun sibuk dengan cucian piring yang setumpuk. Tiba-tiba seekor lalat seliweran dengan bersuara," Nnnnnnnngggggggggggggggggggg........................."


Spontan kuteriak, "Yaaaaaaaaaaaaang !!"


Suamipun keluar kamar belajarnya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Ups!" Aku khan sudah berjanji nggak akan mengeluarkan kalimat itu hari ini dalam hatiku.....lalu dengan santai kujawab," Test suara aja......siapa tahu suaraku nggak merdu lagi..... dan siapa tahu Yayang kehilangan panggilanku."


Suami pun tersenyum maklum .....tahu istrinya cuma ngeles aja. Diapun langsung hantam lalat itu....Tahu aja dia diriku benci sekali kalau melihat lalat.

Saya gading yang retak ...

Pertama pengen pake kerudung kelas 5 SD sehabis ikut PPAI (Pendidikan Pesantren Agama Islam) di kompleks Muhammadiyah-Tasikmalaya, tapi orang tua menyangsikan keinginan saya takutnya cuma hangat-hangat tahi ayam saja sehabis PPAI...lagian belum baligh. Padahal penjelasan ayat tentang hijab waktu kelas tafsir udah bikin merinding........


Lama juga ada perasaan berkecamuk antara berabi pakai atau tidak....apalagi aturan sekolah waktu itu masih melarang. Akhirnya terbuai juga tidak merasa bersalah untuk pakai ....jadi ingat kalau waktu SMP ditanya teman," kalau udah ngerti koq belum pakai?" Saya selalu berlindung dibalik alasan klasik," Masih banyak belajar dulu tentang Islam sehingga nanti nggak malu-maluin orang yang berjilbab lainnya. Jangan sampai citra orang berjilbab rusak gara-gara saya."


Habis gimana nggak malu-maluin.....tiap minggu ikutan mentoring di Salman, kalau kebagian mentoring di taman Ganesha...duh paling males putar-puter melewati pagar tanaman, hup...saya  loncatin aja tuch pagar tanaman itu biasanya....padahal ceritanya tampang anggun (anak gunung kali) pakai rok berjilbab pula (cuman ke Salman aja). Pernah ditegur sama mentor, katanya lebih cantik kalau jalannya pakai jalur yang benar aja....saya cuman senyum nyengir aja paling kalau dibilang begitu, abis males juga.


Saya tak berjilbab bukan karena takut nggak ditaksir cowok, nggak dapat teman atau nggak dapat kerja nantinya hanya merasa belum bisa beragumentasi untuk meyakinkan orang tua bahwa saya siap berhadapan denganbenturan aturan sekolah.


Lama-lama...ada perasaan berkecamuk..."paham tapi tak dijalani"....selalu jadi mimpi buruk. Sampai akhirnya entah dapat peringatan atau hanya memang itu sekedar bunga tidur pada malam itu ....paginya saya mantapkan kewajiban itu dengan niat yang sebersih-bersih dan dan setulus-tulusnya mengikuti perintah Allah.


Ibu, bapak , kakak-kakak aja kaget ..nggak pake sinyal langsung saya pakai pagi itu hari Rabu sebelum kuliah Matematika di Ruang M Kampus UNPAD Dipati Ukur.


Ada suatu perasaan dalam hati sejak melangkah ke luar rumah ...naik angkot dan tiba di kampus. Teman-teman kuliah jelas kaget. Ada yang terbelalak ...ada yang bersyukur saya dibukakan hatinya.


Saya jadi bingung juga harus bagaimana saya? Sejak kubalut seluruh badan ini kecuali muka dan tangan ...hati selalu memohon," Ya Allah ....permudahlah jalan hambaMu dalam menunaikan kebenaran-Mu. Tolong jaga hati, lisan, langkah dan pebuatan saya agar selalu dalam tuntunan-Mu."


Memang ....nikmat sekali sejak pakai menutup aurat...tapi .rasanya tidak ada yang banyak berubah dari saya maksudnya...dalam saya bergaul.


Saya tetap saya yang dulu yang selalu ceria dan galak (????). Saya selalu ingin jadi orang baik dan makin baik......tapi saya hanyalah seorang manusia yang punya perasaan dan akal yang terkadang tak seimbang tergantung keimanan saya...dan hormon kali ya ( kalau PMS  saya galak bener lho!). Saya bisa tersinggung dan marah sekali...saya bisa berbuat khilaf ....saya masih suka mangkel sama orang ...bahkan ngedumel ...dan males.....masih banyak kesalahan dan kekurangan saya.


Saya bukan rasulullah....saya bukan nabi ...yang terjaga dari kesalahan...saya manusia biasa yang harus banyak istighfar dan berdo'a. Makanya Allah pun membukakan proses taubat karena saya bagian dari orang yang harus bertaubat...meminta ampun dari semua kesalahan


Tidaklah tamat proses pengamalan nilai-nilai agama setelah berjilbab. Masih banyak yang emang harus dipelajari dan ditingkatkan....justru itulah pembuka mata hati saya untuk selalu diingatkan kepada-Nya.


Bergetar juga hati ini kalau ada sentilan," Masa pakai jilbab, koq begitu ya....." Ingin rasanya ada pembelaan diri......tapi hanya bisa berlapang dada saja ..alhamdulillah ada tuntutan yang tinggi sehingga termotivasi untuk lebih baik setidaknya bagi diri sendiri, tapi jangan pandang saya manusia sempurna , saya mungkin termasuk gading yang retak....