Sunday, August 21, 2005

Sebuah Penantian

Ketika masih kuliah....seorang teman bercerita tentang kesedihannya. Dia bilang dia bertanya pada pacarnya bagaimana kalau dia tidak bisa punay anak. Temanku bilang pacarnya diam membisu. Dia menyimpulkan artinya pacarnya tidak siap kalau ternyata dia tak mampu melahirkan. Saya bilang itu khan baru kalau ....lagian temanku khan tidak ada masalah reproduksi.


Alhamdulillah temanku sekarang telah menikah dengan pria itu dan dikaruniani beberapa putra.


Ketika diriku dipinang suami. Tak pernah pernah terpikir bahwa saya kan bermasalah. Tapi cerita temanku mengingatkanku..siapa tahu dia tahu calon suamiku saat itu tak siap juga. Kutanya hal yang sama. Rupanya dia bilang anak itu titipan Allah Swt tapi khan tidak berarti harus anak kandung. Jawabannya cukup melegakan.


Setelah pernikahan ..memang kita terpisah 6 bulan. Mumpung belum hamil dan menjelang keberangkatan menyusul suami akhirnya saya cek kondisi saya di Jakarta ke dokter kandungan dalam rangka persiapan merencanakan  ingin mempunyai keturunan.


Blarrrrrr!!! Kayak kesambar petir! Dokter bilang kalau saya punya myoma di rahim. Tapi masih kecil. Masih belum dipastikan menghambat proses punya anak. Dia menyarankan sebaiknya segera saja susul suami agar segera memulai proses itu.


Kususullah suami....mulailah kita usaha ke arah punya anak. ke dokter ..makanan, vitamin..semua dijalankan...tapi semua hanya proses natural sesuai anjuran dokter....


Tidak terasa bulan depan usia pernikahanpun telah memasuki tahun kelima. Belum juga ada tamu baru hadir di rumah kami.


Alhamdulillah ....kami tidak minder dan bersedih terus....kita tahu Allah memberikan yang terbaik pada kita selama kita selalu usaha dan berdo'a. Kita tak pernah menutupi kondisi kita...bahkan kalau ada yang bertanya pun kita selalu terbuka dengan jawaban atau saran.


Ada suatu keinginan memunculkan anggota keluarga baru tetapi entah kapan kita siap memulai, banyak proses yang tidak kita mengerti untuk melakukannya.


Dulu  sering dikira kalau kami tak punya anak karena kami menunda...makanya sering dinasehati  jangan gitu...saya hanya balas tersenyum.....


Tapi saya pun pernah menangis....ketika suatu urusan yang melibatkan suami istri ada seorang rekan memaksa saya untuk memenuhi keinginannya yang berhubugan urusan suami saya. Saya bilang silakan utarakan pada suami anda dan sampaikan ke suami saya. Rupanya dia jawab...suaminya dan dia sibuk. Saya bilang kami pun sibuk ....dan dia bilang ,"TAPI KHAN KAMU NGGAK PUNYA ANAK."


Mungkin karena akumulasi kelelahan saya...saya pun akhirnya tak berdaya mencucurkan air mata. Duh Gusti Allah....apa karena saya tak punya anak orang berhak menjudge saya lebih banyak waktu? Nyaris saya terusik untuk berbuat riya...membeberkan apa yang kulakukan. Tapi kutahan sambil membaca istighfar dalam hati .....dan tarik nafas dalam....


Saya tak menyerah dan lelah.....untuk tetap berusaha semampu saya.....Saya memang bukan semulia Nabi Zakaria dan istrinya yang diberi Allah suatu karunia istimewa. Tapi saya sangat yakin..Allah tahu yang terbaik buat saya sepanjang saya berusaha dan berdo'a.

7 comments:

  1. Teh Keukeu sayang, masih ingat cerita nyatanya Ustadz Joban dan mbak Mutia kan ya? Evi doakan semoga teh Keukeu dan Bg. Teddy-nya mengikuti kebahagiaannya Ustadz Joban dan mbak Mutia.

    Jangan menyerah dan sedih ya Teh! I just know by heart you're gonna be a great parent.

    ReplyDelete
  2. Insha Allah Vi....do'akan selalu ya...

    ReplyDelete
  3. Subhanallah, semoga kesabaran Teh Keukeu bisa dipertahankan. Semakin lama menanti, pasti semakin lembut perasaan dan ketika kepasrahan sdh total mencapai klimaksnya tak disangka-sangka Allah akan memberikan yg selama ini dinanti. Kakak saya (42 tahun) baru diberi seorang putri setelah 14 tahun pernikahan, kakak ipar (30) melahirkan putra pertamanya di tahun ke-7 pernikahan. Semoga tak lama lagi Teh Keukeu dan suami menyusul. Amiin ...

    Saudara sepupu juga ada yg dibolehkan hamil meski ada myoma di rahim, bahkan sampai anak ke-2 lahir, namun setelah itu rahim harus diangkat. Semoga ada solusi terbaik / petunjuk dari Allah SWT. Kalau mau adopsi, itu juga bagus sekali ... apalagi kalau dari bayi, tetap dapat merasakan sebagai orangtua yang sering bangun malam karena tangisan bayinya, menggantikan popok yang basah karena pipis atau pup ... menciumi wangi mulut bayi yang khas sekali (tanpa bau tak sedap sama sekali) padahal tidak pernah gosok gigi ... ah pokoknya amazing! Saya dukung adopsi ... Do'a kami semua untuk Teh Keukeu dan suami.

    ReplyDelete
  4. Ass.wr.wb. Teh Keukeu, ternyata kita sama2 sedang menanti. Kami juga sudah menunggu selama lima tahun.Insya Allah tahun depan kami akan mencoba adopsi dan bayi tabung. Benar Kata Kang Teddy, kalo titipan Allah itu tidak harus anak kandung. Wallahu'alam bishawab. Sama2 sambung do'a dan support mental, semoga kita diberi yang terbaik. Amien. Salam sayang dari stella

    ReplyDelete
  5. cerita -cerita ya tentang usaha ini ...

    ReplyDelete
  6. Doa kami untuk Keukeu dan suami, Insya Allah Yang Maha Rahman dan Rahiim, Yang Maha Wadud dan Yang Maha Alim memberikan yang terbaik. hani

    ReplyDelete