Friday, March 24, 2006

Bersosialiasi......melelahkan?

Di sela-sela kerja ...terdengar teman kerja saya mengeluh bahwa bahwa undangan sosialiasi itu melelahkan dan tak disukainya. Satu teman lagi menimpal," Oh memang melelahkan, saya pun tidak suka harus banyak basa basi dan buang waktu."


Saya tidak sempat berkomentar banyak karena banyak yang harus dikerjakan tapi berusaha menyempatkan menimpali," Wah  bagi saya menyenangkan khan bisa berbagi cerita."


Sorenya sambil menunggu suami menjemput ingin rasanya ngobrol dengan tema-teman itu tapi mereka sudah pulang duluan. Tinggal saya sendirian menunggu jemputan suami. Terngiang lagi kata -kata teman-teman itu ...melelahkan.....Saya pun jadi berpikir bagaimana pikiran saya dan perasaan tentang bersosialisasi ini.


Apakah bersosialisasi itu memang melelahkan? Apakah buang waktu?


Yang saya rasakan saya menikmatinya.......apalagi orang tahu saya orangnya suka ngomong ..jadi bisa banyak cerita....walau mulai di rem...soalnya banyak bicara bisa banyak dosa juga kalau nggak terkontrol.Bersosialisasi khan tidak selalu kit ayang harus bicara ...bisa aja kita jadi pendengar ..dan ini latihan menjadi pendengar yang baik.


Buang waktu? Kalau memang selalu menuntut semua kegiatan apa mau kita saja ..sesuai dengan schedule dan minat ..ya bisa saja menganggap begitu....apalagi kalau sudah ditambahi jiwa materialisme yang selalu mengukur waktu adalah uang ...bisa saja menganggap sosialiasi itu tidak produktif ........masih bnayak pekerjaan lain yang bisa dilakuakn yang lebih menghabiskan uang...tapi bagi saya dalam suatu peristiwa itu selalu ada hikmah. Banyak kita belajar ...minimal instrospeksi ...karena dalam bersosialisasi kita jadi bisa berkaca pada sikap-sikap atau tutur orang-orang sangat memperkaya pribadi kita dan pemikiran kita. Juga kalau lihat dunia bisnis...deal-deal dalam bisnis banyak terjadi dalam kegitan sosialiasinya sebenarnya. Hanya kontrak formalnya baru dilakukan di kantor.


Perlu juga diingat hampir semua orang yang mengecap sekolah pernah diajari kalau manusia itu mahluk sosial yang artinya tidak bisa hidup sendiri. Ada yang nggak setuju?????Coba telaah dari hidup kita. Dari lahir sampai meninggal ...hidup kita itu selalu melibatkan orang lain. Saya selalu ingat kalau saya meninggal.....saya butuh dimandikan, dikafani dan dikuburkan. Saya tak bisa melakukannya sendiri.


 

10 comments:

  1. aq setuju banget dengan pendapat teteh yang ini, bersosialisasi itu memang sangat melelahkan bisa di jalaninya sangat terpaksa. tapi bila di jalani dengan senang hari, banyak hal positif yang kita dapat... dapat saudara, dapat bisnis, dapat hikmah dan hal-hal lain yang menyenangkan :)

    ReplyDelete
  2. Benar sekali itu aq, saya mengalaminya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Betul, Keukeu... bersosialisasi bikin kita mikir untuk meniru yang baik karena belajar itu kan proses peniruan... kalau nggak bersosialisasi, proses belajarnya lebih susah. Sosialisasi itu melelahkan, kalau nggak dijalankan dengan hati dan pikiran terbuka.

    ReplyDelete
  4. Iya mbak...memang kalau hati dan pikiran terbuka ...apa-apa juga susah ya..

    ReplyDelete
  5. Saya setuju dengan pendapat Keu, manis sekali kalau kita melakukannya banyak pelajaran yang bisa diambil dari semua itu, banyak yang bisa diambil hikmahnya, jangan dijadikan beban, kitalah yang harus bisa mengatur dan yang paling mahal mereka akan selalu mengingat kita dalam suka dan duka...

    ReplyDelete
  6. Saya ni Keu, baru aja terkena dampak negatif dari sosialisasi...yang saya tulis dalam blog saya juga. Bentuk sosialisasi yg saya hadapi adalah bgmn bersikap sebagai teman dan kolega. Kebetulan dgn posisi middle management yg saya pegang sekarang, Masya Allah....cobaannya bertubi-tubi terutama datang dari arah 'sosialisasi'. Saya belajar membedakan mana yg 'kawan' mana yg cuma 'kolega', Kadang kalau kita campur campur, yg kolega itu bisa menterjemahkan omongan kita sangat lain sekali, padahal kala itu kita ngomong sebagai kawan. Yah, panjang deh ceritanya, yang jelas, satu aja yg saya dapatkan "Mulutmu Harimaumu" itu beneeerrrrr banget. Astaghfirullahalzim...Subhanallah...Allahuakbar... bahwa Islam mengajarkan kita utk menghindari ghibah, dan selalu husnudzon adalah betulllllllllllll....
    Jadi mari kita mulai utk bicara yg baik2 saja.... yang buruk kita share dgn Allah di sholat malam...

    ReplyDelete
  7. wah boleh dech kalau baca tulisanmu kak shinta ....dikaw khan penulis handal ..masih rajin nulis bu?

    ReplyDelete
  8. Saya setuju Keu, sosialisasi perlu tapi hati2 saja. Maklum kan lidah tak bertulang.

    ReplyDelete
  9. Ember Teh ...apalagi lidah keukeu ...ampun musti banyak dijaga bener dech.

    ReplyDelete