Hari itu aku sudah bekerja untuk beberapa hari.
Tiba-tiba supervisorku memanggil," tolong fax surat ini ke Vietnam, penting untuk apply visa student di US Embassy di Ho Chi Minh City."
Tanpa tanya ba bi bu ..dengan gesit ku jawab," Ok..I'll do it now"
Petunjuk pengunaan fax terpasang di kertas putih disamping mesin.
Mulailah kutekan nomor-nomor yang dituju...
Nampaknya tidak mulus fax yang kukirim...ku ulang berkali-kali ...
Tiba-tiba temanku sedikit berteriak," Adakah yang menelepon 911? Ada telepon dari University Police...katanya ada yang telepon ke sana."
Semua bilang dengan tegas," Tidak ada."
Satu temanku tanya," Keukeu, did you send the fax to Vietnam?"
"Yes, but it didn't go through." Jawabku
"A..ha, you did it Keukeu ! Welcome to the club !"
Dengan wajah bingung kutanyakan, maksudnya apa welcome to the club. Dia bilang pasti saya tekan nomornya kurang keras sehingga masuk ke 911. Cara menelpon ke luar negeri di tempat ku ...9 + 011 + country code + no telepon. Kejadian ini hampir teralami pada semua karyawan kalau masih status karyawan baru di tempat kerjaku
"Ooo..." seruku mengerti, Mungkin pada saat tekan 011, kutekan 0 terlalu lembut sehingga tak tertekan sebenarnya.Hmm rasanya sich kuat-kuat menekannya..apalagi dekat fax tidak ada sticker seperti yang terpasang di angkot yang suka kunaiki di Bandung " tekanlah bel dengan mesra".
Semua orang tertawa .....dan mereka bilang pasti polisi datang.
Betul juga, polisi datang. Sekretaris di front desk jelaskan kepada polisi bahwa ada staf yang salah tekan waktu sedang kirim fax. Rupanya polisi tidak begitu saja percaya. Dia bilang bahwa dia harus memeriksa isi kantorku untuk meyakinkan kalau semuanya lancar dan aman. Kitapun mempersilakan sambil masih terpingkal-pingkal karena kepolosanku. Akhirnya polisi pun kembali ke markasnya.
Ada sedikit trauma setelah kejadian itu kalau mau mengirim fax...tapi dengan kehati-hatian tak pernah terulang lagi. Semoga seterusnya.
Atuh..kalau Sis Keukeu semuanya dipencet dengan lembut mah.
ReplyDeleteBicara juga lembut. enggak kaya saya mah.
ah mbak Pungki lembut koq....
ReplyDeleteAduch..sis Keukeu..saya di bilang lembut. Kasihan mas Imam nanti.
ReplyDeleteIya, Tante Keukeu memang lembut orangnya... tante favourite Mia dan Bila waktu Muktamar lalu.
ReplyDeleteApa kabar Keukeu? Salam kangen dari Ithaca
Hahaha ... meni inget aja jaman baheula naek angkot ..:)
ReplyDeleteWaah....Mbak Pungki mesti ngobrol berlama-lama sama Keukeu...hehehe...baru deh ketahuan Keukeu tuh kayak apa. Sampai sekarang suami saya suka bilang ,"Tedy tuh cocok sama Keukeu, Tedy lembah lembut, Keukeu cerewet"...hehehe...
ReplyDeletehe..he..he... mbak Dian jangan tertipu sama tampilan pertama saya ...saya jaim...(jaga image) he..he..he...
ReplyDeleteAlhamdulillah saya baik mbak....salam juga buat keluarga...
Eh inget atuh mbak Betty ...saya khan pengguna setia angkot...
ReplyDeleteYup mbak mamiek...memang kita cocok kata orang Sunda "nurub cupu" soalnya dia sulung ..sabar ...saya bungsu ....tahu sendirilah kalau anak bungsu ...he..he..he..
ReplyDeleteWah, kalo di Indonesia kejadiannya akan berbeda endingnya:
ReplyDelete1. Kemungkinan pertama, telepon yg masuk ke polisi tidak akan ada yg mengangkat, shg tidak akan ada cerita polisi mengecek kondisi di lapangan
2. Kemungkinan kedua, polisi terpaksa datang, dan mengecek. Ketika dijelaskan kejadiannya, mereka marah-marah, dan pulang ke kantor polisi sambil menggerutu.
3. Kemungkinan ketiga, Keukeu ditangkap polisi karena memalsukan panggilan utk polisi (tapi yg ini bercanda kok...)
Makanya untung lagi nggak di Indonesia atuh ya...he..he..he..
ReplyDelete